Friday, June 5, 2009

Ditemukan, Terduga Flu A-H1N1 di Riau


Jumat, 5 Juni 2009 | 03:50 WIB

Pekanbaru, Kompas - Pasien pertama tersangka flu A-H1N1 ditemukan di Pekanbaru, Riau. Tersangka merupakan bocah perempuan asal Pahang, Malaysia, Yr (9). Sampai Rabu (3/6), Yr masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad, Pekanbaru.

Menurut Ketua Tim Penanggulangan Penyakit Menular RSUD Pekanbaru Azizman Saad, saat dikirim ke rumah sakit hari Selasa malam, kondisi klinis Yr memenuhi ciri-ciri serangan flu A-H1N1. Yr mengalami demam dengan suhu tinggi mencapai 39,2 derajat celsius dan batuk.

”Kami sudah mengirim sampel swap lendir pasien ke Laboratorium Departemen Kesehatan RI di Jakarta,” ujar Azizman.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mursal Amir mengatakan, Yr akan diperlakukan sesuai standar yang telah ditetapkan Departemen Kesehatan RI. Pasien akan ditempatkan di ruang isolasi sampai ada hasil laboratorium.

Menurut Mursal, Yr adalah warga negara Malaysia yang memiliki ibu kelahiran Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Pada saat kedatangan di Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru dari Malaka, Malaysia, bersama ibunya, Murati, Yr dalam kondisi demam tinggi. Berdasarkan catatan alat pengukur suhu di pelabuhan, suhu tubuhnya mencapai 39,2 derajat celsius.

Pada hari Rabu siang, kata Azizman, suhu tubuh Yr sudah turun sampai 38 derajat celsius. Namun, penanganan pasien masih tetap dilakukan secara intensif.

Pintu masuk

Riau merupakan salah satu pintu masuk kedatangan luar negeri terutama dari Malaysia dan Singapura.

Sejak awal Mei, di empat pintu kedatangan ditempatkan alat pengukur panas, yakni di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru, Pelabuhan Dumai, serta Pelabuhan Selat Panjan, Kabupaten Meranti. Namun, Departemen Kesehatan RI tidak memasukkan Riau sebagai daerah rawan penyebaran flu A-H1N1. (SAH)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/05/03505525/ditemukan.terduga.flu.a-h1n1.di.riau

Thursday, June 4, 2009

Bandara Polonia perketat penularan flu babi

Bandara Polonia perketat penularan flu babi Cetak E-mail
Wednesday, 03 June 2009 10:01 WIB
ABDULLAH DADEH
WASPADA


MEDAN - Petugas Karantina Kesehatan Bandara Polonia ekstra ketat mencegah meluasnya penularan H1N1 ke Indonesia, dengan cara melakukan penyomprotan alkohol 70 persen.

"Saat ini setiap penumpang asal luar negeri mendarat di Bandara Polonia harus masuk ruang body clean diinfection yang sudah disemprot alkohol tujuh puluh persen," kata Adam Malik Siregar, staf Karantina Kesehatan Pelabuhan Udara Medan, tadi malam. Kalau awal beredar virus flu babi itu dari Meksiko, lanjutnya, petugas hanya memilah penumpang yang akan melewati body clean.

Kata Siregar, kewaspadaan perlu ditingkatkan meski virus itu hingga saat ini belum mewabah ke kawasan Sumatera Utara. "Pihak Karantina Kesehatan tetap siaga."

Tujuan dari penyomprotan alkohol kepada penumpang melalui body clean, antara lain, mencegah penyebaran kuman yang terbawa melalui penumpang dari negara terjangkit, baik melalui anggota badan maupun barang bawaan. Kepada wisatawan manca negara, katanya, juga diberikan semacam kartu kewaspadaan atau alert card agar memudahkan pemantauan dimana mereka berada selama berlibur di daerah ini.

Menyinggung soal pemberitaan H1N1, petugas itu menyatakan sangat berpengaru terhadap kunjungan wisatawan Eropa dan Asia ke Sumatera Utara. "Pengaruhnya pasti ada dari arus kunjungan wisatawan sebelumnya, namun jumlahnya tidak turun drastis.

Hal yang sama juga dibenarkan seorang petugas informasi turis. Bahkan menurutnya, munculnya virus flu babi awalnya dari Meksiko terpengaruh dengan kunjungan wisatawan ke Sumut.

"Pengaruhnya ada. Namun tidak begitu kentara," kata seorang staf di sana tidak ingin disebutkan namanya.
(dat02/wsp)

Tuesday, June 2, 2009

Chinese Executives Sent to Prision for Enviroment Pollution

Tuesday, June 02, 2009



A sentence that sends three company executives to prison in China for contaminating a lake with arsenic-laced waste shows the country is taking industrial pollution seriously.

According to the Xinhua news agency, the exectuives belonged to the Chengjiang Jinye Industry and Trade Co. They will be spending 3 to 4 years in prison besides paying the fine for 16 million yuan (2.84 million dollars).

The company was dumping arsenic wastes into a lake located in the southwest region of China since 2001. They were also expanding their fertilizer plant without approval as informed on Tuesday.

Many drinking water sources were contaminated by water pollution from industrial wastes and had to be cut off from consumption. For companies, it is ofter cheaper to pay for the fines imposed to them than to clean their wastes.

Alex Wang, director of the National Resources Defense Counsel in Beijing, declared to be "good that they pursued this case, but the better approach would be to take preventive action."

The Chengjiang Jinye Co. was closed in September after the Yangzonghai lake was found heavily contaminated by arsenic wastes. This particular lake serves as water source for 26,000 people in the city of Yuxi in the province of Yunnan.

To March of 2009, the arsenic level of the lake was lowered from 0.128 mg per litre to 0.111 mg per litre. However, it will take over three years and 4 billion yuan to reduce the asenic level to below 0.05 mg per litre (which is the safe level).

Sumber : http://www.ubalert.com/alert/5833/updates



Saturday, May 23, 2009

Flu babi, petugas bandara Polonia pakai masker

Flu babi, petugas bandara Polonia pakai masker Cetak
Saturday, 23 May 2009 01:10 WIB
WASPADA ONLINE

MEDAN - Virus flu babi atau swine flu, bahkan dengan istilah influenza H1NI, sumber penyebarannya dari negara Meksiko, saat ini diperkirakan sudah menyebar ke beberapa negara Asia dan Eropa.

Flu yang menakutkan itu membuat pekerja Karantina Kesehatan Pelabuhan Udara Polonia Medan bekerja ekstra ketat siang dan malam. Mereka membentuk tim, sekaligus memasang peralatan pencegahan di pintu masuk terminal luar negeri Bandara Polonia Medan.

Setiap penumpang yang mendarat dari luar negeri di Bandara Polonia, mereka menyerahkan semacam Allert Card (AC) yaitu semacam kartu kewaspadaan kepada wisatawan yang masuk ke Sumut melalui Bandara Polonia Medan.

AC tersebut diberikan kepada wisatawan, andaikata dalam kunjungan berlibur ke Sumatera Utara ada gejala seperti keluhan demam, batuk dan sesak nafas, mudah memantau mereka dimana berada, ujar Sri Wahyuni, staf petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan Udara.

Namun sejak seminggu belakangan ini, petugas kesehatan Bandara termasuk jajaran Imigrasi dan Bea Cukai, mereka rata-rata menggunakan masker penutup mulut, mencegah penyebaran flu babi dari penumpang luar negeri.

"Sampai hari ini belum ditemukan dari penumpang maupun wisatawan virus yang menakutkan masyarakat sejumlah negara," kata Muhammah Adam Malik Siregar, staf Karantina Kesehatan Pelabuhan Udara Polonia Medan, tadi malam.
(red00/wsp)
Sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=89878&Itemid=27


Tuesday, May 19, 2009

Jelang World Health Assembly ke-62: Indonesia Harap Negara Maju Konsisten soal Virus Sharing

19 May 2009

Indonesia berharap komitmen WHO dan negara-negara maju dalam The Intergovermental Meeting on Pandemic Influenza Preparedness atau IGM-PIP tentang virus sharing yang berlangsung tg 14-15 Mei 2009 menjelang World Health Assembly (WHA) ke 62 di Jenewa tidak akan berubah. Karena konsistensi ini sangat penting bagi tercapainya kesepakatan mondial atas mekanisme baru virus sharing yang adil, transparan dan setara yang didukung oleh mayoritas peseta IGM-PIP.

“Menteri Kesehatan akan berpidato di WHA pada sidang hari pertama Senin 18 Mei 2009. Delegasi Indonesia diperkuat Dr. Makarim Wibisono, diplomat senior yang pernah menjadi Kepala Perwakilan Tetap RI di PBB New York dan Staf Khusus Menteri Kesehatan bidang Kesehatan Publik, Dr. Widjaja Lukito, PhD.,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, dr. Lily. S. Sulistyowati, MM.

Dilaporkan bahwa dalam IGM-PIP, yang dimandatkan oleh Resolusi WHA 60.28 untuk membahas Strandard Material Agreement (SMTA) yang mengatur sistem virus sharing yang adil, transparan dan setara, telah menyepakati sekitar 85% dari butir-butir yang dibahas, selebihnya masih memerlukan pembahasan lanjutan, terutama benefit sharing. Menteri Kesehatan mengharapkan komitmen dan goodwill dari semua untuk menyelesaikan mekanisme virus sharing baru yang adil, transparan dan setara.

Sementara, butir-butir yang telah disepakati Pada Joint statement menutup IGM-PIP Desember 2008 lalu di Jenewa, dapat disimpulkan sebagai 5 (lima) terobosan besar:

  1. Disetujui penggunaan Standard Material Transfer Agreement (SMTA) dalam sistem virus sharing yang akan mengatur semua transfer virus maupun transfer bagian bagian virus yang berbentuk standar dan universal dan mempunyai kekuatan hukum.
  2. Prinsip prinsip SMTA secara umum disetujui termasuk pengakuan atas perlunya mengintegrasikan sistem benefit sharing kedalam SMTA, hal yang menjadi perjuangan gigih Indonesia dengan dukungan negara berkembang lain, dalam kelompok negara negara SEARO/South East Asia Regional Organization, Brazil dan AFRO (African Regional Office), meskipun terdapat tentangan keras dari Amerika Serikat.

Pernyataan IGM-PIP pada penutupan pertemuan bulan Desember 2008 berbunyi "negara negara anggota setuju untuk berkomitmen berbagi virus H5N1 dan virus influenza lainnya yang berpotensi pandemi serta menganggap virus sharing adalah setara benefit sharing, sebagai bagian penting dari langkah kolektif demi kesehatan publik secara global".

  1. Prinsip benefit sharing diintegrasikan kedalam SMTA
  2. Komitmen negara maju untuk benefit sharing secara nyata termasuk dalam berbagi risk assesment dan risk response.
  3. Terwujudnya Virus Tracking System dan Advisory Mechanisim untuk memonitoring dan evaluasi virus dan penggunaannya.

Prinsip-prinsip SMTA ini secara umum sudah disetujui oleh semua negara anggota, namun saat ini sistem benefit sharing yang diperjuangkan negara-negara berkembang masih belum tuntas dibahas.

Jika telah disahkan dan berkekuatan hukum SMTA akan merubah secara radikal tatanan penggunaan virus yang berlaku selama 62 tahun ini, dalam sebuah kerangka yang lebih adil transparan dan setara. Dan akan membuka akses terhadap virus influenza, yang berarti membuka peluang besar untuk para peneliti negara berkembang untuk meningkatkan kapasitas penelitiannya sehingga Indonesia dan negara berkembang lainnya dapat mengembangkan alat diagnostik, vaksin dan obat-obatan terhadap virus flu burung dan virus lainnya yang berpotensi pandemi, termasuk H1N1.

Perundingan virus sharing di IGM telah berlangsung selama dua tahun. Dan diharapkan hasilnya dapat disampaikan pada WHA yang berlangsung antara tanggal 18 – 22 Mei 2009.

Desakan penuntasan SMTA dan virus sharing pada WHA ini juga datang dari para Menteri Kesehatan negara ASEAN+3 dalam pernyataan bersama mereka sebagai hasil Pertemuan Khusus Menteri Kesehatan ASEA + 3 tentang Influenza A(H1N1) di Bangkok, 8 May 2009, antara lain:

“Menekankan kebutuhan untuk menuntaskan Inter-Governmental Meeting yang dimandatkan oleh WHA 60.28, tentang virus sharing H5N1 dan virus influenza lain dengan potensi pandemi pada manusia serta benefit sharing yang adil dan setara;

“Prihatin bahwa sebagian besar produksi vaksin global berlokasi di Eropa dan Amerika Utara, dan tidak cukup untuk merespon pandemi global; dan walaupun wilayah-wilayah dunia lain telah mulai memiliki teknologi untuk memproduksi vaksin influenza, akses pada vaksin pandemi yang efektif masih merupakan permasalahan utama di wilayah ini.”

“…kami berkomitmen di tingkat nasional untuk:

  • Menuntaskan pembicaraan Inter-Governmental Meeting tentang virus sharing H5N1 dan virus influenza lain yang berpotensi pandemic pada manusia dan adanya benefit sharing yang adil dan setara;
  • Mendesak Direktur Jenderal WHO untuk mendukung tujuan untuk memastikan akses yang adil dan setara pada vaksin pandemic bagi semua Negara anggota WHO; dan memfasilitasi peningkatan kemampuan produksi vaksin influenza di wilayah ini dan di Negara-negara berkembang lain.”

WHA merupakan sidang tertinggi dari Badan Kesehatan Dunia PBB atau WHO (World Health Organization) yang bersidang sekali dalam setahun setiap bulan Mei di Jenewa, Swiss.

Intergovernmental Meeting on Pandemic Influenza Preparedness (IGM - PIP) adalah sebuah proses pertemuan Negara anggota yang diselenggarakan Sekretariat WHO untuk memfinalisasi negosiasi mengenai sistem baru virus sharing influenza H5N1 dan benefit sharing timbul dari penggunaan virus dan bagian-bagiannya.

Sumber: http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=3440

Friday, May 15, 2009

Fadel Muhammad : Kiat Mereformasi Birokrasi Daerah

Sejalan dengan pemikiran Vroom (1946) bahwa kinerja itu dipengaruhi oleh interaksi dua faktor, yaitu kemampuan dan motivasi. Saya berpandangan bahwa penghasilan merupakan salah satu komponen penting yang berperan dalam membentuk motivasi. Langkah pertama yang saya lakukan adalah melihat peraturan penggajian pegawai negeri sipil. Saya melihat ada sekelompok pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang cukup makmur, terutama para pejabat eselon, tetapi sebagian besar pegawai negeri lainnya hidup bersahaja. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.26 Tahun 2001 ternyata gaji pegawai negeri tidak-lah besar. Gaji pokok terendah adalah Rp575.000, yaitu golongan IA dan gaji pokok tertinggi Rp1,8 juta (golongan IVE) masing-masing per bulan. Berdasarkan gaji pokok yang mereka terima dapat dipastikan kehidupan pegawai negeri sangat bersahaja.

Pikiran yang mengusik adalah adanya sejumlah pegawai negeri yang relatif makmur terutama pejabat struktural, lalu saya mencari tahu sumber-sumber penghasilan lain pegawai negeri yang sah menurut peraturan perundangan yang berlaku. Tunjangan jabatan adalah salah satu sumber penghasilan pegawai negeri, saya ingin tahu besarnya tunjangan jabatan struktural dari eselon I sampai dengan eselon IV. Jabatan struktural tertinggi pada tingkat provinsi adalah Sekretaris Daerah dengan golongan IB berhak mendapatkan tunjangan jabatan sebesar Rp4.475.000 per bulan. Sedangkan tunjangan jabatan struktural untuk eselon yang lebih rendah adalah: IIA Rp3.250.000, IIB Rp2.025.000, IIIA 1.260.000, IVA Rp540.000, dan IVB Rp490.000.

Selengkapnya

Wednesday, May 13, 2009

RANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA PEGAWAI MENGGUNAKAN MODEL HR SCORECARD DI DIVISI MEKANIK PT X

Keyword : Performance Management System, Process, HR Scorecard, Employees Performance
Saat ini manajamen sumber daya manusia (SDM) sudah memiliki peran strategis, yaitu bahwa sumber daya manusia memberikan kontribusi dalam menentukan masa depan perusahaan. Kesesuaian antara strategi SDM dan strategi perusahaan sangat mempengaruhi pencapaian sasaran perusahaan. Oleh sebab itu, strategi SDM harus dapat mendukung pengimplementasian strategi perusahaan yang kemudian diterjemahkan dalam aktivitas-aktivitas SDM, kebijakan-kebijakan, program-program yang sejalan dengan strategi perusahaan. Maka, kinerja pegawai sebagai sumber daya manusia memiliki peran penting dalam pencapaian kinerja perusahaan.

Melalui penelitian ini, penulis bertujuan untuk merancang sistem manajemen kinerja pegawai dengan menggunakan model HR Scorecard. Model ini merupakan rancangan pengelolaan arsitektur SDM sebagai asset strategic dan pengukuran kontribusi sumber daya manusia pada kinerja bisnis yang menghubungkan antara strategi-orang-kinerja, melalui empat perspektif dengan dimensi pengukuran meliputi HR Performance driver, High Performance Work System, HR Efficiency.

Rancangan sistem manajemen kinerja berupaya untuk memastikan standar dan sasaran kinerja yang dibuat, dan dilakukan untuk meningkatkan potensi kinerja masa datang. Sistem manajemen kinerja meliputi 3 proses yaitu proses perencanaan kinerja, proses perbaikan kinerja, dan proses tinjauan/pemeriksaan kinerja. Ketiga proses ini akan dirumuskan dalam tahapan model HR Scorecard. Proses perencanaan kinerja merupakan tahap mengidentifikasikan strategi bisnis, membangun kasus bisnis untuk SDM sebagai modal strategik, menciptakan peta strategi, identifikasi HR Deliverable dalam peta strategi, serta kemitraan antara arsitektur SDM dan HR Deliverable. Proses perbaikan kinerja merupakan proses merancang rancangan HR Scorecard. Rancangan ini akan memperlihatkan ukuran-ukuran dimensi HR Scorecard. Proses tinjauan.pemeriksaan kinerja merupakan pelaksanaan manajemen pengukuran, yaitu dengan dilakukan perhitungan nilai dimensi rancangan HR Scorecard dalam rentang tahun 2000 sampai dengan 2003. Nilai yang diperoleh dapat dijadikan bahan evaluasi bagi perusahaan dalam upaya peningkatan kinerja pegawai.

Model HR Scorecard menampilkan ukuran kinerja pegawai dalam 4 perspektif berbeda meliputi perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal, dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif keuangan, untuk memaksimalisasikan keuntungan shareholders dapat diperoleh melalui peningkatan nilai Human Capital Value Added (profitabilitas pegawai) yang memiliki hubungan secara positif terhadap nilai produktivitas pegawai, dan untuk memaksimalisasi human capital performance dapat diperoleh melalui minimalisasi persentase biaya SDM terhadap pendapatan (cost management) yang berhubungan positif dengan peningkatan nilai indeks HR ROI yang memiliki hubungan positif dengan nilai produktivitas pegawai. Pada perspektif konsumen, untuk meningkatkan kinerja, kompetensi, dan kepuasan pegawai dapat diperoleh melalui adalah peningkatan indeks kompetensi yang tinggi, peningkatan kinerja pegawai yang tinggi dan peningkatan indeks kepuasan pegawai yang tinggi. Pada perspektif proses bisnis internal, dalam upaya menerapkan strategi berfokus pada pegawai dapat diperoleh melalui peningkatan realisasi pemberian kompensasi pegawai terhadap skema strategi, dan upaya meningkatkan kompetensi pegawai dapat diperoleh melalui peningkatan realisasi jam pelatihan per pegawai dan terhadap waktu total pegawai untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Pada perspektif pembelajaran, pengembangan kompetensi yang sesuai ditunjukkan melalui realisasi upaya divisi ini untuk selalu meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan yang dilatarbelakangi budaya organisasi perusahaan tersebut.
Sumber:
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-vitarhamad-29504&q=Kinerja

Foto Kantor

Foto Kantor

MANTAN-MANTAN KEPALA KKP MEDAN