Tuesday, November 10, 2009

Pemerintah Rancang Jaminan Kesehatan Semesta


JAKARTA--MI: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan rancangan sistem jaminan kesehatan semesta yang akan mencakup seluruh populasi.

"Kami sedang membuat roadmap Jaminan Kesehatan Semesta 2014," katanya saat melakukan rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (9/11), yang dipimpin Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning Proletariati.

Dalam rapat dengar pendapat yang dihadiri 46 anggota komisi itu Endang mengatakan, penyusunan rancangan sistem jaminan kesehatan semesta ditargetkan selesai dalam 100 hari kerja pertamanya.

"Sekarang masih meminta masukan dari para ahli dari universitas dan organisasi profesi terkait untuk menyusun ini," kata Menkes.

Menkes sebelumnya mengatakan, Jamkesmas secara bertahap akan dikelola menggunakan sistem asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan, katanya, akan menjangkau seluruh populasi, tidak hanya masyarakat miskin saja.

"Premi masyarakat miskin tetap ditanggung pemerintah, yang bekerja (ditanggung) oleh perusahaan, yang mampu bayar sendiri," kata Endang lagi.

Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surya Chandra Surapaty mengatakan, pemerintah harus menyelenggarakan jaminan kesehatan dengan sistem yang sesuai dengan undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional.

Menurut undang-undang, ia menjelaskan, pengelolaan jaminan kesehatan nasional harus dilakukan oleh badan nirlaba. Lembaga yang dibentuk oleh pemerintah tersebut, kata dia, sekaligus berfungsi sebagai pengelola dana wali amanah.

Kerangka itu sebenarnya sudah diatur dalam undang-undang sistem jaminan sosial nasional, namun hingga kini belum bisa dilaksanakan karena Dewan Jaminan Sosial Nasional belum menyelesaikan pembuatan peraturan pendukungnya, yakni undang-undang tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Peraturan lain yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan SJSN seperti peraturan pemerintah tentang penerima bantuan iuran dan peraturan pemerintah tentang jaminan kesehatan juga belum selesai.

Menurut undang-undang, semua peraturan pendukung pelaksanaan SJSN seharusnya selesai akhir Oktober 2009 dan SJSN sudah bisa dilaksanakan November 2009.

Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/11/104896/71/14/Pemerintah-Rancang-Jaminan-Kesehatan-Semesta

Friday, August 21, 2009

Jam kerja PNS berkurang selama Ramadhan


Warta - Aceh
WASPADA ONLINE

BANDA ACEH - Jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi Aceh berkurang sebanyak dua jam selama Ramadhan 1430 Hijriyah sesuai dengan surat edaran Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Meskipun jam kerja berkurang selama Ramadhan, tetapi tidak mengurangi efektivitas kerja," kata Kabag Humas Provinsi Aceh, Nurdin F Joes di Banda Aceh, siang ini.

Selama Ramadhan, PNS di jajaran Pemerintah Aceh masuk lebih lambat satu jam yaitu pada pukul 09.00 WIB dan pulang lebih cepat pada pukul 15.45 WIB.

Sementara pada hari biasa pegawai masuk pada pukul 08.00 WIB dan jam kerja berakhir pada 16.54 WIB.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan, selama bulan suci umat Islam tersebut PNS diharapkan tetap beraktivitas seperti biasa di samping memperbanyak ibadah mengisi bulan penuh rahmat.

Namun, menyambut Ramadan tidak diberlakukan cuti bersama karena bertepatan dengan hari terakhir kerja yaitu Jumat, sedang puasa diperkirakan dimulai pada Sabtu, 22 Agustus 2009.

Sementara itu, di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, jam kerja PNS juga berkurang, yaitu masuk lebih lambat 30 menit dibandingkan hari biasa yaitu pada pukul 08.30 WIB dan jam kerja berakhir pada 15.45 WIB.

Sementara pada hari biasa PNS mulai bekerja pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.45 WIB. Sedangkan pada Jumat jam kerja berakhir pada pukul 15.30 WIB.
(dat01/ann)

Thursday, July 2, 2009

Yogyakarta Waspadai Kedatangan Wisatawan dari Bali

Kamis, 02 Juli 2009 17:38 WIB
Penulis : Sulistio

YOGYAKARTA--MI: Pengawasan kedatangan wisatawan di Yogyakarta mulai diperketat untuk meminimalisasi penyebaran virus flu babi.

Pengetatan pengawasan lalu lintas wisatawan itu menyusul ditetapkannya status kejadian luar biasa (KLB) Flu Babi di Bali. Wisatawan yang datang dari Bali diwaspadai, apalagi alat thermo scanner

"Thermoscanner untuk terminal kedatangan domestik belum ada. Jadi kedatangan wisatawan yang datang dari Bali harus diwaspadai," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Flu Babi dan Flu Burung Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sumarto, Kamis (2/7).

Oleh karena itu, pengelola hotel di Yogyakarta juga dimintai mewaspadai penularan virus flu babi yang dibawa oleh tamu yang menginap dan memiliki riwayat datang dari negara yang sudah terjangkit virus flu babi.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/83260/124/101/

"Persediaan obat tamiflu untuk virus flu babi saat ini masih mencukupi. Obat tamiflu itu diberikan kepada pasien suspect flu babi kurang dari 48 jam," katanya.

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istidjab mengatakan, pihaknya belum melakukan upaya apapun terkait dengan ancaman penyebaran virus flu babi. Pihak perhotelan juga belum mendapat petunjuk teknis resmi untuk mengantisipasi penyebaran virus flu babi tersebut.

Tangkal Flu Babi, Beijing Tutup Sekolah Dasar

Kamis, 02 Juli 2009

BEIJING--MI: Sebuah sekolah dasar di Beijing ditutup setelah tujuh pelajarnya diketahui mengidap flu A/H1N1, demikian diumumkan biro kesehatan kotamadya Beijing.

"Sebanyak 16 pelajar di Sekolah Dasar Nanhu Zhongyuan di Distrik Chaoyang dilaporkan memiliki gejala demam dan tujuh di antaranya didiagnosa tertular flu A/H1N1," sebut biro itu seperti dikutip Xinhua di Beijing, Kamis (2/7).

Total pelajar sebanyak 154 orang. Guru dan orang tua yang melakukan kontak dengan tujuh pelajar tersebut saat ini dalam pengawasan.

Sebanyak 18 pelajar sebelumnya tidak masuk kelas sejak Senin dan 12 orang di antaranya yang berasal dari empat kelas di kelas dua mengalami gejala demam. Sementara empat pelajar diketahui mengalami sakit pada hari berikutnya. Hasil pemeriksaan kesehatan masih belum dikeluarkan.

"Pihak kesehatan saat ini melacak sumber virus A/H1N1," kata Fang Laiying, Direktur Biro Kesehatan Kotamadya Beijing. Tapi, katanya, para pelajar masih terlalu muda untuk mengingat secara jelas seluruh tempat yang mereka pernah kunjungi sebelum mereka tertular flu.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/83179/39/6/

Thursday, June 25, 2009

SIMKESPEL : Breaking News Kewaspadaan Terhadap Flu Baru H1N1

25 Juni 2009

Yth,

Kepala KKP Kelas I, II, III

se Indonesia

Sehubungan dengan pengumuman Ibu Menteri Kesehatan dalam jumpa pers bahwa Indonesia telah ada 2 kasus HlNl (baru) (+) yg merupakan kasus yang tertular di luar negeri, maka saya sampaikan beberapa ha1 sbb :

  • saat ini penyakit ini telah ada di 99 negara/teritory/area, jumlah Kasus 52.168 org dan kematian 231 orang
  • 5 negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia adalah: Amerika Serikat (21.449); Mexico (7624); Canada (5710); Chili (4315) dan Inggris (2506)
  • Terdapat 11 Negara yang melaporkan kematian. Columbia (1,67%); Mexico (1,48%) ; Rep Dominika (1,07%) Argentina (0,69%) ; Costa Rica (0,67%); Guatemala (0,48%); USA (0,40%); Canada (0,23%) ; Chili (0,09%) ; Inggris (0,04% dan Australia (0,04%) .Angka kematian (case fatality rate) dunia secara keseluruhan adalah 0,4 %, artinya 99,6% pasien sembuh dengan baik.
  • selain lebih dari 99% (99,6%) pasien penyakit baru ini dapat sembuh, maka 92% sampai 95% pasien bahkan sembuh tanpa memerlukan perawatan rumah sakit sama sekali
  • untuk Indonesia, pada awal penyakit ini timbul di dunia (belum masuk Indonesia) maka Departemen Kesehatan sudah mengambil 6 langkah yaitu :
  1. Penjagaan di kantor2 kesehatan pelabuhan
  2. Penyiapan RS
  3. Penyiapan sarana dan kemampuan diagnosis
  4. Penyiapan logistik seperti obat2an dl1
  5. Menggiatkan Surveilans ILI
  6. Kegiatan KIE.

Dengan telah masuknya kasus H1N1 baru ke Indonesia maka Departemen Kesehatan langsung melakukan 8 langkah berikut ini:

  1. Meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran kesehatan, hari ini dikeluarkan surat edaran Menteri Kesehatan ke seluruh Gubernur dan surat edaran Direktur Jenderal P2PL ke seluruh KaDinKes, Kantor Kesehatan Pelabuhan dll.
  2. Makin mengaktifkan kegiatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan antara lain dengan pernbagian poster, menambah jumlah thermal scanner, informasi dll.
  3. Meningkatkan surveillanve Influenza Iike illness (ILI) dengan laporan mingguan berkala
  4. Meningkatkan logistik dalam bentuk penambahan Alat Pelindung Diri (APD) dan obat2an
  5. Meningkatkan terus kemampuan dan kewaspadaan petugas kesehatan di 100 RS rujukan
  6. Menambah kemampuan diagnostik laboratorium dengan penambahan primer dan pengiriman media
  7. Meningkatkan gerak langkah penanggulangan dengan memberikan berbagai pedoman penanggulangan pandemi iqfluenza ke Dinas Kesehatan di Indonesia
  8. Meningkatkan kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi ke masyarakat dengan menyiapkan poster (ttg CTPS serta gejala Flu), jumpa pers Menteri Kesehatan, informasi di website www.depkes.go.id dan www.penyakitmenular.info serta sarana informasi di Posko KLB DitJen P2PL DepKes RI (sms gateway 081318139990, tel 0214257125, fax 02142877588, email poskoklbp2pl@yahoo.com

Prof Tjandra Yoga Aditama

Direktur Jenderal P2PL Departemen Kesehatan RI

Wednesday, June 24, 2009

Anggaran Pembelian Barang Diperketat


Kamis, 25 Juni 2009 | 03:31 WIB

Jakarta, Kompas - Untuk menekan anggaran belanja modal dan barang, mulai tahun 2011 Departemen Keuangan menggunakan Modul Kekayaan Negara.

Dengan demikian, kementerian dan lembaga nondeparte- men tidak dapat seenaknya meminta anggaran pembelian barang tanpa melihat kondisi aset yang sudah mereka kelola sebelumnya.

”Seluruh kementerian dan lembaga nondepartemen harus memasukkan rencana pembelian barang dan modalnya kepada Ditjen Kekayaan Negara. Di sana kami akan mengukurnya dengan Modul Kekayaan Negara,” ujar Dirjen Kekayaan Negara, Departemen Keuangan, Hadiyanto, saat berbicara dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (24/6).

Jika dibandingkan dengan anggaran belanja modal pada APBN 2009 sebesar Rp 96 triliun, penghematan yang dapat diperoleh dengan Modul Kekayaan Negara tersebut mencapai Rp 28,8 triliun.

Adapun untuk anggaran belanja barang pada tahun 2009 mencapai Rp 91,73 triliun, sehingga bisa dihemat Rp 27,52 triliun. Anggaran belanja modal dan barang merupakan pos anggaran yang secara riil menghasilkan tambahan aset.

Kebutuhan atas Modul Kekayaan Negara itu muncul setelah Badan Pemeriksa Keuangan memberikan catatan yang buruk atas pengelolaan aset pemerintah.

Hasil audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Ta- hun 2008 diketahui masih ada 12.053 satuan kerja (dulu pemimpin proyek) yang be- lum selesai menginventarisasi asetnya.

Dengan demikian, baru 9.984 satuan kerja yang sudah selesai menertibkan asetnya. ”Dengan adanya modul itu, kami bisa menahan keinginan instansi untuk membeli barang dengan anggaran belanja modal atau barang. Misalnya, kantor yang mempekerjakan 400 orang tidak perlu membangun gedung 20 lantai,” ujar Hadiyanto.

Anggota Komisi XI DPR, Ade Komaruddin, menegaskan bahwa pemerintah harus fokus pada penertiban dasar hukum pengelolaan aset negara. (OIN)

Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/25/0331196/..anggaran.pembelian.barang.diperketat

Thursday, June 18, 2009

Ditemukan 17 Kasus Baru di Singapura

Jumat, 19 Juni 2009

BATAM--MI: Kementerian Kesehatan Singapura memastikan terjadi 17 kasus baru virus flu H1N1, sehingga sementara ini secara keseluruhan jumlah pasien kasus tersebut mencapai 66.

Semua kasus baru itu diimpor, masing-masing enam dari Melbourne (Australia) dan Filipina, sedang selebihnya dari negara yang dikenal telah terjangkit virus H1N1, seperti dilaporkan Channelnews Asia, Kamis (18/6).

Menurut kementerian itu, beberapa dari pasien telah melaksanakan rencana perjalanan, pertemuan atau kegiatan sosial meski dengan gejala yang berkembang.

Diantara ke-17 pasien baru itu, terdapat dua bocah berusia lima tahun yaitu seorang lelaki yang singgah di Bandara Changi dalam perjalanan dari California ke Chennai lewat Hong Kong, serta seorang perempuan yang kembali dari Amerika Serikat. Penelusuran kontak dari ke-17 pasien baru itu sedang dilakukan aparat Singapura.

Kementerian itu mengingatkan para pendatang, terutama yang telah berkunjung ke negara-negara wabah atau yang sedang terkena penjalaran virus H1N1, agar tidak melakukan kegiatan di masyaratat luas misalnya berbelanja, bekerja, maupun berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, sampai sehat.

Sikap tersebut akan membantu Singapura dalam memperkecil risiko penyebaran H1N1 dan bagi keberhasilan upaya intensif dalam menahan wabah itu. Kementerian Singapura memprakirakan akan terjadi peningkatan kasus H1N1 impor karena pada Juni ini banyak orang Singapura kembali setelah berlibur ke luar negeri, atau mudik musim panas dari Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Dari 66 pasien H1N1 di Singapura, 31 diantaranya datang dari Australia, 19 dari Amerika Serikat, 11 dari Filipina, sedang selebihnya dari Thailand, Kanada, Inggris, dan Cile. Kementerian itu mengumumkan, sementara ini 25 pasien telah ke luar, sedang yang 41 orang masih di rumah sakit dengan kondisi stabil.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/80798/39/6/Ditemukan_17_Kasus_Baru_di_Singapura

Foto Kantor

Foto Kantor

MANTAN-MANTAN KEPALA KKP MEDAN